XMsD68HnejBXABBaSiR3nl4DhiBV28OkDfbqDe4F

Tanpa Wacana Masa Jabatan Presiden, ARB Gelar Aksi di Tugu Jogja


Suasana demo di Tugu Pal Putih Jogja pada Kamis (21/4).

Pada Kamis, 21 April 2022, Aliansi Rakyat Bergerak  (ARB) menggelar aksi bertajuk, “Rakyat Menggugat: Lawan Oligarki, Bangun Demokrasi yang Berkeadilan”. Aksi yang sejatinya dimulai pukul 13.00 WIB dengan longmarch dari Bundaran UGM tersebut, baru bergerak pukul sekitar setengah tiga, dan tiba di Tugu Pal Putih setengah jam kemudian.

Dalam aksi ini, terdapat 15 tuntutan yang dibawa. Tuntutan tersebut diantaranya: hapuskan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hapuskan kenaikan harga Pajak Penerimaan Negara (PPN), hapuskan kenaikan harga minyak goreng, tolak wacana kenaikan harga listrik, sahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT), hentikan Proyek Stratregis Nasional (PSN) yang merampas tanah rakyat, berikan hak menentukan nasib sendiri bagi Bangsa West Papua, tolak Ibukota Negara (IKN), cabut UU Mineral dan Batubara (Minerba), tolak omnibus law (UU Cipta Kerja) beserta aturan turunannya, hentikan pertambangan yang merusak lingkungan, lawan komersialisasi pendidikan melalui revisi UU Sistem Pendidikan Nsional (Sisdiknas), segera revisi UU Pemilu yang melanggengkan kekuasaan oligarki, tuntaskan kasus kekerasan seksual, dan lawan perampasan tanah rakyat.

Humas ARB dalam keterangan persnya di hadapan para wartawan menjelaskan soal tuntutan yang dibawa dengan menyinggung wacana masa jabatan presiden tiga periode. Menurutnya, isu masa jabatan presiden tiga periode tidak dibawa ke dalam tuntutan karena tidak mendapatkan perhatian oleh massa. Alasannya, isu bahasan terkait jabatan tiga periode hanya berkutat pada elite politik dengan cakupan yang sempit. Sementara, isu-isu  yang menyangkut masalah bahan pokok di masyarakatseperti tuntutan yang dibawa ARB, lebih penting dan memiliki dampak luas.

Pernyataan Humas ARB tersebut senada dengan komentar Alfatih (24). Massa aksi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga ini memberikan fokus terhadap tuntutan untuk melawan komersialisasi pendidikan dan kaitannya dengan RUU Sisdiknas.

“Sebenarnya tuntutan yang ada itu prioritas, seperti kenaikan harga BBM, komersialisasi pendidikan, dan sebagainya. Tuntutan itu hadir karena terdapat kepentingan di atas kepentingan. Secara aktualisasinya pendidikan tidak lagi mencerdaskan, tapi mengeksploitasi masyarakat lewat kebijakan yang tidak masuk akal,” ujarnya saat ditemui di sela-sela aksi.

Aksi oleh ARB tersebut berlangsung selama tiga jam di Tugu Pal Putih. Meski kerap mendapat suara klakson dari pengguna jalan yang lewat, demonstrasi berlangsung kondusif dan aman. Setelah mahgrib, massa aksi membacakan pernyataan sikap, kemudian membubarkan diri dengan longmarch kembali ke UGM.


Kartiko Bagas 

Reporter: Kartiko Bagas dan Yoga Hanindyatama

Editor: Farras Pradana

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar