XMsD68HnejBXABBaSiR3nl4DhiBV28OkDfbqDe4F

Isu Animal Welfare dalam Drama perburuan satwa langka Warnai PKKMB FMIPA

Pertunjukan drama di Halaman Depan Gedung Dekanat FMIPA (Foto: Panita PKKMB FMIPA)

Kamis, 10 Agustus 2023, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menyelenggarakan PKKMB yang bertempat di depan gedung dekanat FMIPA. Inti acara pada perhelatan ini ialah display ormawa. Acara tersebut merupakan rangkaian sosialisasi kepada mahasiswa baru 2023, tiap ormawa menyuguhkan tampilan yang menggambarkan identitas tiap ormawa. Bionic misalnya, ormawa yang berfokus pada pengamatan eksistensi satwa langka tersebut, menampilkan drama yang mengangkat isu Animal welfare.

“Akhir akhir ini makin banyak perburuan, spesies burung mulai berkurang juga karena perburuan dan perdagangan liar, kami ingin memperlihatkan ada opsi lain selain perburuan, kalo kita ingin menikmati keindahan burung biasanya kita mengoleksi, ada opsi yang lebih baik seperti dengan cukup mengamati dan membiarkan burung-burung juga bebas,” ucap Nadia selaku penanggung jawab perwakilan Bionic.

Tujuan ditampilkannya drama yang mengangkat isu Animal Welfare ini, selain untuk memperkenalkan UKM Bionic, juga sebagai usaha untuk membangun kesadaran para mahasiwa baru akan pentingnya melindungi satwa langka.

“Utamanya untuk menggait para mahasiswa buat ikut Bionic, tapi kalo tujuan terselipnya, supaya mahasiswa baru punya kesadaran untuk berhenti memburu spesies burung langka agar mereka tetep eksis di alam, sebab burung punya peran peran tersendiri di alam, tidak hanya sebatas fungsi estetika semata, misal jadi pertanda akan hadir bencana,” kata mahasiswa FMIPA sekaligus anggota Bionic tersebut.

Nadia beserta rekannya, Distya, menyampaikan persiapan untuk penampilan ini hanya membutuhkan waktu yang singkat, cukup 2 hari. Sehari sebelum hari-H mereka mengumpulkan segala properti yang diperlukan. Bionic juga bekerjasama dengan sebuah yayasan bernama Kanopi dalam melengkapi kebutuhan properti mereka, sebuah yayasan yang berfokus pada pengamatan Elang jawa.

Malam sebelum pelaksanaan PKKMB FMIPA, Nadia dan Distya, beserta rekan rekannya menyiapkan konsep pengenalan, konsep tersebut lalu disepakati di pagi hari, beberapa jam sebelum penyelenggaraan PKKMB.

“Kemarin itu cuman mengumpulkan properti, dan konsepnya baru dirancang semalem, pagi ini disepakati dan eksekusi,” ucapnya waktu diwawancarai Wartawan Philosofis.

Sedangkan kostum yang dibawakan cukup memberi kesan menarik, sebab kostum tersebut menggambarkan Elang Jawa dari Kanopi. Berbekal properti seperti kostum elang jawa dan replika senapan, para aktor memberi gambaran perburuan satwa liar lewat drama sederhana.

Ainun Zeva

Reporter: Ainun Zeva dan Risti Putri

Editor: Dewa Saputra



Related Posts

Related Posts

Posting Komentar