XMsD68HnejBXABBaSiR3nl4DhiBV28OkDfbqDe4F

Hanya Ingin Membuatmu Bingung

Illustrasi: SweetSandPie

Aku hanya ingin membuatmu bingung,” ujarnya terkekeh riang. Wanita itu terus melenggang di sepanjang jalan dengan gerakan anggun. Ekspresi pada wajahnya menampakkan kesenangan yang begitu dahsyat. Begitu cocok dengan parasnya yang cantik. Rambut hitamnya yang panjang bergelombang, berkilau diterpa sinar matahari. Matanya bercahaya. Senyumnya mempesona. Dan dengan mengenakan blues terusan yang berakhir di atas lutut, dia adalah keseluruhan dari kesempurnaan.

Terpaut beberapa meter di belakangnya, seorang lelaki mengejarnya dengan susah payah. Dia tidak tidur selama beberapa hari menunggui wanita itu keluar dari dalam rumah. Sejak mengikuti wanita itu, dia terus menerus berkata, “Aku sangat mencintaimu, Angela. Berikanlah aku jawaban agar aku dapat memutuskan apa yang akan kulakukan setelahnya dihidup ini.”

Aku hanya ingin membuatmu bingung,” kata Angela. “Carilah wanita lain yang menginginkanmu.” Dia berkata tanpa menoleh ke belakang.

Apakah membuatku bingung artinya kau menyukaiku?” Jalannya terpontal-pontal. Lelaki itu hampir kehilangan seluruh tenaganya.

Aku hanya ingin membuatmu bingung.” Angela mengulangi jawabannya. “Kau bisa memilih jawaban apa yang kau inginkan. Kalau kau menginginkan jawaban, aku menyukaimu, anggaplah begitu. Tapi jangan lupa, aku mungkin juga memberikan jawaban, aku tidak menyukaimu. Kau bisa memilih salah satu diantara keduanya. Aku hanya ingin membuatmu bingung.”
           
Apakah membuat bingung orang lain merupakan caramu menentukan siapa yang pantas menjadi kekasihmu?” Lelaki itu menyeret kaki kirinya. Dan dia mengejar hanya dengan kaki kanan yang meloncat ke depan dengan sekuat tenaga.
           
Aku hanya ingin membuatmu bingung. Kau bisa menganggap aku menentukan kekasihku dengan cara seperti ini. Tapi kau bisa mengangap ini bukan caraku. Aku hanya ingin membuatmu bingung.”
           
Lelaki itu terjatuh dalam posisi tengkurap. Dia mengangkat kepalanya. “Aku mencintaimu, Angela. Cintamu adalah segenap kembalinya diriku kedalam bentuk yang sempurna,” teriaknya dengan suara serak. Wanita itu sudah berada jauh darinya. Tapi dia masih bisa mendengar perkataan terakhirnya sebelum semuanya berubah menjadi gelap total, “Aku hanya ingin membuatmu bingung.”
*
Lelaki itu terbangun di dalam kamarnya. Tersadar bahwa dirinya tidak berada dekat dengan Angela, dia langsung membuka matanya lebar-lebar. Dia berteriak seperti orang yang terperosok ke dalam jurang, “Angela, dimana kau!”
           
Seseorang mendorong pintu. “Tidak perlu teriak-teriak, kak,” katanya. “Tadi kulihat Angela sedang makan siang dengan Kepala Jaksa….” Gero melangkah menuju ranjang.
Apa! Dengan kakek-kakek itu.”

Tidak perlu berteriak,” Adiknya menanggapi dengan kalem “Makanlah, kau belum makan kan dari hari minggu.” Dia menyodorkan mangkuk berisi bubur kepada kakaknya.

Sekarang hari apa?” Lelaki itu mengangkat punggungnya. Menerima mangkuk berwarna putih itu dengan tangan kanannya.

Empat hari kau berjongkok di balik ilalang liar yang tumbuh di depan rumahnya,” jawab Gero. “Ini hari kamis, kak.” Dia berbicara dengan tenang.

Setelah menghabiskan makannannya, lelaki itu kembali tidur. Dia terlelap semalaman penuh dan terbangun keesokan harinya.

Cahaya matahari menembus kisi-kisi jendelanya. Dia tengah duduk di atas ranjang memeluk lututnya. Kepalanya menunduk ke bawah memandangi sinar matahari yang jatuh di atas lantai. Dia tengah memikirkan sesuatu sedari bangunnya tadi.

Gero masuk ke dalam kamar membawa roti, selai, dan susu dengan sebuah nampan berwarna perak. “Apa yang kau pikirkan, kak?” Tanyanya.

“’Aku hanya ingin membuatmu bingung’, itu yang dikatakan Angela padaku terus menerus.”

Bukan cuma kau saja, kak. Tapi semua laki-laki yang mendekatinya, dia jawab seperti itu.”  Adiknya meletakan nampan itu di atas meja yang menghadap jendela.

Memangnya ada berapa laki-laki yang mendekatinya. Dan apa maksud dari ‘aku hanya ingin membuatmu bingung?’” Lelaki itu menatap adiknya.

Hampir seluruh laki-laki berusia di bawah empat puluh tahun mengejarnya.”

Apa kau juga termasuk?”

Dulunya, iya. Tapi aku sadar hal itu tidak ada gunanya sama sekali.”

Jangan berkata seperti itu!,” Lelaki itu tidak senang. “Angela adalah hasrat sebuah cinta yang akan kembali pada hati seorang pria yang sungguh-sungguh mencintainya. Kalau kau tidak sanggup melaksanakannya, janganlah kau ganggu kami.”

Aku tidak menganggu, kak,” kata Gero. Semua orang sedang bodoh, batinnya.

Jadi apa maksud dari ‘aku hanya ingin membuatmu bingung?’”

Gero tersenyum. Sebersit ilham menghampirinya. “Aku akan bantu setelah makan siang,” katanya. “Kau lebih baik kembali tidur, kak.”

Setelah menghabiskan sarapannya, lelaki itu malah tidak bisa tidur. Dia terus berusaha keras memikirkan maksud dari kalimat yang sering dilontarkan pujaan hatinya itu. Dia bangun berkeliling kamar, duduk di atas meja, memandang keluar rumah dari balik jendela, melepas pakaiannya, telanjang di tengah-tengah kamar, dan berjoget menghentak-hentakan kakinya pada lantai. Dia mencoba sedikit mengendurkan intensitas perasaannya pada Angela. Kenapa dia tidak menemuinya sekarang? Dia tahu. Angela sedang berada di dalam rumah. Dan wanita itu tidak akan membukakan pintu untuk setiap lelaki yang datang. Dia sudah hafal!

Gero masuk ke dalam kamarnya. Dia membawa sepuluh tumpuk buku dengan kedua tangannya.

Apa yang akan kau lakukan dengan buku-buku ini?”

Bukan aku, kak. Tapi, kau.” Gero meletakan buku-buku itu di atas meja.

Aku?” Lelaki itu bertanya-tanya. “Kenapa aku?”

Katanya kau ingin tahu apa maksud dari: ‘Aku hanya ingin membuatmu bingung’” Gero meniru cara Angela mengucapkan kalimat itu.

Ya, tapi kenapa harus dengan menggunakan buku-buku ini?”

Bisa saja kalimat itu dikutip Angela dari sebuah buku. Jadi lebih baik kau membaca buku-buku untuk mencari maksud dari kalimat itu,” ujar Gero. “Buku-buku ini akan memberitahumu maksud setiap kata dari: aku-hanya-ingin-membuatmu-bingung.”
Meski tidak terlau antusias dengan cara yang dianjurkan adiknya, lelaki itu tetap melakukannya demi Angela. Dia mengambil buku yang paling atas dan duduk di kursi. Gero keluar meninggalkannya sendirian.

Dia membaca dengan ditemani sebuah buku catatan dan pulpen di dekatnya. Dia akan menuliskan hal-hal penting yang berhubungan dengan kata: aku-hanya-ingin-membuatmu-bingung. Namun karena di tengah pembacaannya dia banyak menemukan hal menarik, dia mencatat hal-hal yang lain juga. Yang tidak berhubungan dengan tujuannya.
Selama empat jam dia menyelesaikan satu buku dengan kecermatan dan ketelitian yang mendalam. Dihari pertamanya ini, dia merampungkan lima buku. Empat jam yang lain dia gunakan untuk istirahat. Dia tertidur di mejanya dengan kepala bertumpu pada buku.

Saat Gero mendapati bahwa kakaknya akan merampungkan kesepuluh buku yang dibawakannya dua hari yang lalu, dia segera menambahkan sepuluh buku lagi. Dan buku-buku yang sudah dibaca dia taruh di pojokan kamar. Melekat pada dinding.
Begitulah selama tiga puluh tahun, lelaki itu mengurung diri di dalam kamarnya untuk mencari maksud dari kalimat: “Aku hanya ingin membuatmu bingung” yang dilontarkan oleh wanita idamannya. Pada tahun kelima rutinitasnya itu, dia mendapati adiknya sudah akan menikah.

Sepertinya baru kemarin aku membaca, tapi kau sudah mau menikah. Terserah padamu saja.” Lelaki itu tidak menyadari bahwa dirinya telah menghabiskan lima tahun tanpa keluar kamar, tanpa bangkit dari kursinya, tanpa menjauhkan pikirannya dari kalimat itu. Sampai-sampai dia terlupa akan sosok Angela di luar sana. Karena yang ada dalam pikirannya cuma kalimat itu. Kalimat yang harus dia temukan maksudnya.

Menjelang tahun kedua puluh sembilan, kamarnya sudah dipenuhi buku. Tempat yang tersisa hanyalah meja dan kursi yang didudukinya. Bahkan adiknya harus melalui jendela setinggi dua meter untuk mengantarkan makanan. Namun, lelaki itu tidak peduli akan hal itu. Dia masih memiliki fokus yang sama seperti ketika memulai dulu. Dia tidak menyadari perubahan fisiknya. Rambutnya memanjang hingga ke bawah. Jenggot dan kumisnya tumbuh menutupi wajahnya. Kulitnya berubah menjadi keriput. Hanya matanya saja yang masih bercahaya.

Pada suatu hari minggu, lelaki itu tiba-tiba berteriak keras. “Aku akhirnya mendapatkannya!” Dia meloncat menerobos jendela di hadapannya. Sayang, rambut panjangnya terganjal buku-buku yang menumpuk di belakangnya. Dia tertarik ke belakang.  Tubuhnya yang sudah berada di luar menghantam tembok.

Gero dan istrinya datang dengan berlari ke arah jendala kamar kakaknya. Di sana mereka mendapati sosok tua yang sudah mati dengan tubuh terayun-ayun di dinding. Gero mengambil buku catatan yang terjatuh di bawah. Dia membukanya.

Meski sudah membaca banyak buku, kakakku tetap saja bodoh,” katanya kepada istrinya. 

“Lihat. ‘Kau mencintaiku Angela, tapi dengan caramu yang membuatku bingung.’” Dia menunjukan halaman paling belakang buku catatan itu.

Padahal Angela sudah lama sekali meninggal, sayang.”

Enam bulan sesudah kakakku mulai membaca,” balas Gero. “Karena diracun.”



Farras Pradana
Penulis merupakan Mahasiswa 
 Pendidikan Sejarah 2019
Editor: Rachmad Ganta Semendawai 







Related Posts

Related Posts

3 komentar